Sosialisasi dan Pelatihan Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Program Penagnganan Fakir Miskin (PPFM) di Kabupaten Jepara Tahun 2017

Sosialisasi dan Pelatihan Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Program Penagnganan Fakir Miskin (PPFM) di Kabupaten Jepara Tahun 2017

Untuk perbaikan akurasi dan validitas data sasaran penerima program perlindungan sosial, Bappeda Kabupaten Jepara menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Petugas Pendaftar dalam rangka Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (PPFM) di Kabupaten Jepara tahun 2017.

Sosialisasi dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai hari senin sampai dengan hari rabu, tanggal 17 sd. 19 Juli 2017 terbagi dalam 3 (tiga) tahap , untuk tahap I dan II bertempat di ruang Rapat I Setda Kabupaten Jepara, sedangkan angkatan III bertempat di Ruang Rapat II Bappeda Jepara. Peserta sosialisasi adalah Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Jepara, Kecamatan, Tenaga Kesejahteraan Ssosial Kecamatan (TKSK) dan Operator Penerima Bantuan Iur (PBI) Desa/Kelurahan se Kabupaten Jepara, dengan narasumber Hastamik Purbatin selaku LGCBT Specialist dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Pusat.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memantapkan pemahaman peserta mengenai metode dan standar pelaksanaan MPM di Kabupaten Jepara serta membangun kapasitas teknis guna memberikan dukungan teknis pelaksanaan MPM di kabupaten Jepara. Adapun hasil yang diharapkan adalah peserta memiliki pemahaman tentang standar teknis pelaksanaan MPM Data Terpadu PPFM dalam program bantuan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko, S.Sos, MM, MH menyampaikan jumlah dan prosentase penduduk miskin Kabupaten Jepara pada periode 2011-2015 terus mengalami penurunan, yaitu pada tahun 2011 sebesar 10.32% dan pada tahun 2015 menjadi sebesar 8.50%. Penurunan selama kurun waktu 5 tahun tersebut sebesar 1.82 poin atau rata-rata per tahun hanya sebesar 0.36 poin. Meskipun demikian pada tahun 2015, posisi persentase penduduk miskin Kabupaten Jepara sebesar 8.50% berada di bawah Provinsi Jawa Tengah sebesar 13.58% dan Nasional sebesar 11.22%.
Berdasarkan data Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015, Total Rumah Tangga Miskin dan Rentan Miskin di Kabupaten Jepara sebesar 151.781 Rumah Tangga, sedangkan Total Penduduk Miskin dan Rentan Miskin di Kabupaten Jepara sebesar 502.442 Jiwa.

Saat ini Pemerintah telah memiliki Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (PPFM) yang bersumber dari data Pemutakhiran Basis Data Terpadu tahun 2015 dan dikelola oleh Kelompok Kerja Pengelola Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin. Data terpadu PPFM yang berisikan nama dan alamat 40 persen penduduk dengan status kesejahteraan terendah di Indonesia, telah digunakan sebagai acuan data tunggal rumah tangga dan individu kurang mampu sasaran penerima bantuan program perlindungan sosial di Indonesia. Dengan Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) ini, masyarakat kurang mampu yang belum menerima program perlindungan sosial bisa mendaftarkan diri secara aktif dan mandiri kepada unit pengelola data rumah tangga kurang mampu di daerah untuk kemudian diidentifikasi dan diverifikasi dengan menggunakan standar nasional yang telah ditentukan. Data masyarakat kurang mampu yang sudah terverifikasi, kemudian akan dianalisa di tingkat nasional sehingga menghasilkan data terpadu PPFM yang termutakhiran dan digunakan sebagai dasar dalam penentuan sasaran program perlindungan sosial, tegas Hastamik Purbatin dari TNP2K Pusat.

Materi selengkapnya bisa diunduh disini atau melalui website : www.bappeda.jeparakab.go.id dan www.bappeda-jepara.org.

(03 –BJN)20157118_1400040573410953_1494935581957813035_o

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan